Saya kadang penasaran dengan krim pembesar payudara yang sedang booming ini, Dr. Susan Breast Cream. Saking saya penasarannya makanya saya beli deh itu krim di salah satu toko online yang ada di internet. Saya transfer hari senin siang namun pesanan saya datang jumat pagi, sekitar 5 hari. Kalian tidak penasaran dan ingin tahu kenapa saya penasaran sekali dengan krim satu ini? Ya, ada beberapa alasan yang membuat saya penasaran:
- Krim ini menjanjikan akan membuat payudara menjadi besar dan kencang dalam 7 hari alias seminggu. Kok bisa? Ya, krim ini ditulis mengandung Nano Q20 yang bikin kulit payudara kencang dan Pueraria Ekstrak yang bikin payudara besar. Apa betul? Kok komponen semahal dan sebagus itu bisa dijual dengan harga 60 ribu per kemasan seperti yang saya beli? Rugi nggak yah tuh pabrik? kan harus bayar karyawan dan uang produksi serta distribusi?
- Produk Dr. Susan Breast Cream tidak memiliki ijin dari Depkes atau pun dari BPOM yaitu lembaga yang berwenang memberikan ijin peredaran suatu produk yang aman dikonsumsi masyarakat. Wah, berarti krim ini nggak aman dong? Saya tidak tahu pasti, mungkin itu yang bisa saya berikan jawabannnya saat ini. Entah mengapa produk ini jadi laris dipasaran walaupun tidak mengantongi ijin dari Departemen Kesehatan. Nggak percaya? cek aja dikemasannya...pasti kalian nggak bakalan nemu deh...
- Harga jual krim ini yang berbeda-beda di tiap toko online membuat saya bingung. Kalo bedanya cuma seribu dua ribu sih saya maklum, namanya juga penjual pasti beda- beda dong ambil untungnya? Tapi kalo bedanya drastis gimana jadinya tuh? Ada yang jual 30 ribu per kemasan tapi ada pula yang jual 60 ribu bahkan ada yang gila-gilaan kasih harga 150 ribu...wuiiihhh...gila...Pasti pedagang ada yang bilang krim saya mahal karena krim saya original asli buatan Dr. Susan Beauty center dari Singapore. Yang murah lah yang palsu. Saya cek alamat yang tertulis di kotak kemasan Dr.Susan Beauty Center,895A Beach Road Singapore 19951 ternyata mbah Google dan mbah Yahoo yang ahli alamat pun bingung tuh dan nggak nemu ada klinik kecantikan atau pabrik di Singapore dengan alamat itu. Alamat palsu kah? Saya juga tidak tahu. Tapi itulah hasil penelusuran saya.
- Begitu saya buka kemasannya tercium bau aroma balsem obat gosok untuk pijat dan kerik. Kok kosmetik baunya nggak wangi kosmetik tapi bau obat balsem sih? Pantes aja di iklan tertulis akan terasa hangat begitu dipakai. Ya iyalah jika itu emang beneran komposisinya balsem pasti hangat layaknya balsem gosok yang ibu saya punya dirumah. Tapi sekali lagi saya menjawab entahlah...itu krim hangat dipakai dipayudara karena komposisi yang mana...saya juga tidak tahu persis.
- Ada sedikit warna merah muda yang menetes begitu kemasan saya buka, jadi membuat saya makin curiga...seperti pewarna makanan yang dipakai buat bikin roti atau kue. Biasanya kosmetik walopun diberi pewarna maka tidak akan sekalipun pewarna itu memisahkan diri lagi dari campurannya apalagi menetes ditutup kemasan, kan sudah diaduk sedemikian rupa sama pabriknya dengan alat yang canggih.
Itulah beberapa hal yang membuat saya penasaran, sebenarnya saya agak takut untuk mencoba krim ini tapi rasa penasaran saya membuat saya berani mencobanya. Setelah saya coba selama seminggu tidak ada perubahan yang saya dapat, kencang pun tidak....besar apalagi...Huft, 60 ribu terbuang percuma...tapi hikmahnya saya bisa menulis review ini bagi anda pembaca semua agar lebih hati-hati memilih krim pembesar dan pengencang payudara. Sebelumnya saya minta maaf jika ada yang merasa tersinggung atas tulisan saya ini, namun saya berhak menulis apa saja sebab saya seorang konsumen yang berhak menceritakan sebuah testimoni atas suatu produk. Terimakasih atas perhatiannya dan silahkan berkomentar atau mungkin ada pertanyaan dari pembaca sekalian mengenai artikel saya. Silahkan jika berkenan baca juga artikel saya yang lain ketik kata kunci review kosmetik stellaluna blogspot di mesin pencari Google.


